Laman

Selasa, 18 Januari 2011

Stok Mulai Berkurang, Harga Bahan Bangunan Tidak Naik



BA’A, WARTA SELATAN – Sama halnya dengan BBM dan Sembako, harga bahan bangunan di Rote Ndao tidak mengalami kenaikan akibat buruknya cuaca akibat hujan disertai angin kencang serta gelombang di perairan selat Pukuafu yang menyebabkan transportasi laut dari dan ke Rote Ndao sempat terhenti sementara.

Harga bahan bangunan yang dipantau di toko bangunan menunjukan tidak ada kenaikan harga. Hanya saja stok mulai berkurang dan beberapa jenis barang yang sudah habis persediaannya (kosong,red).

Pemilik Toko Harapan Baru di jalan Pabean Ba’a, Welsi Messakh yang ditemui di tokonya, Senin (17/1) petang, mengatakan, harga bahan bangunan yang dijual di tokonya tidak mengalami kenaikan harga karena terganggunya transportasi laut akibat cuaca buruk pekan lalu. Hal ini karena bahan bangunan yang ada saat ini merupakan stok lama.

“Memang akibat cuaca buruk ini, belum ada pasokan barang baru dari Kupang. Kami masih menjual stok yang ada dengan harga lama, jadi masih dibilang tidak ada kenaikan harga. Namun memang persediaannya mulai menipis,” ujar Welsi.

Menurut Welsi, sesuai informasi yang diterimanya dari Kupang, harga barang bangunan di Toko-toko di Kota Kupang saat ini mulai naik. Sehingga kemungkinan apabila ada pasokan baru dari Kupang dengan harga pembelian yang naik, sudah barang tentu pihaknya akan menyesuaikan dengan harga pembelian. Tapi untuk saat ini harga barang masih tetap dan belum ada kenaikan.

Menurut dia, barang di tokonya yang sudah habis stoknya adalah seng 0,30, seng plat, besi beton asli dan beberapa asesoris bangunan, sementara yang lainnya masih ada stok walaupun sudah berkurang.

“Seng yang ada hanya yang ukuran 0,20 centi meter dengan harga Rp 35 ribu. Kalau seng plat stoknya habis. Kalau tripleks ukuran 3 mili meter harga tetap Rp 40 ribu. Semen bosowa Rp 45 ribu persak. Sementara untuk besi beton asli juga stoknya habis. Namun belum ada kenaikan harga barang di toko kami,” kata Welsi.

Dia berharap, cuaca bisa kembali membaik agar pasokan barang baru dari Kupang bisa segera masuk, sehingga bisa melayani kebutuhan masyarakat yang saat ini sedang membangun.

Sebelumnya diberitakan, walau pun cuaca buruk akibat hujan disertai angin kencang dan gelombang sepekan terakhir mulai reda, namun hujan dan angin masih juga menyelimuti wilayah kabupaten Rote Ndao. Kondisi ini ternyata tidak terlalu diperparah dengan hilangnya stok bahan bakar minyak (BBM) dan sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) di pasaran. Stok bensin dan minyak tanah di Kabupaten Rote Ndao terutama Kota Ba’a dan sekitarnya, saat ini masih cukup dan harga sembako masih tergolong stabil.

Pantauan koran ini di pengecer BBM, pertokoan di jalan Pabean dan pasar Metina, Kota Ba’a, Senin (17/1) siang. Walau dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp 5.000 perliter hingga ada yang jual dengan harga Rp 7.000 per liternya, tetapi bensin masih dijual di sejumlah pengecer di pinggir-pinggir jalan. Seenara minyak tanah hanya dijual di beberapa pengecer dan kios dengan harga Rp 6.000 per liter.

Sementara untuk stok sembako masih dapat dikatakan mencukupi, sebab terlihat dijual pada toko-toko jalan Pabean dan pasar Metina. Di pasar Metina, beras lokal atau beras mol dijual dengan harga Rp 8.000 per kilogram atau Rp 2.000 per mok (kaleng susu kecil, red)

Selvi Nalu, seorang penjual beras di pasar Metina, mengatakan, kalau siang dan sore hari pedagang beras dari desa sudah pulang, mereka hanya berjualan pada pagi hari. Akan tetapi harga beras mol di pasar Metina ini rata-rata Rp 2.000 per mok.

“Kalau kami pedagang yang punya kios di pasar Metina ini, beras dijual dengan harga Rp 8.000 per kilogram. Kalau orang lain ada yang jual lebih tinggi itu terserah mereka. Harga beras ini belum mengalami kenaikan dibandingkan saat sebelum terjadi hujan angin,” kata Selvi Nalu.

Sementara di pertokoan jalan Pabean Kota Ba’a, masih terlihat beras per karung berukuran Rp 20 kg dan berukuran 40 kg dan juga eceran dengan harga bervariasi antara Rp 7.000 hingga Rp 9.000 per kilogram. Ini menunjukan stok beras masih cukup meskipun kalau kondisi cuaca tidak berangsur puling maka stok akan menipis.

Pemilik Toko Tujuh Jaya, Lenny Jhon Messakh yang ditemui di tokonya di Jalan Pabean, mengatakan, stok beras, gula pasir, tepung terigu dan minyak goring bimoli saat ini masih cukup. Harga barang kebutuhan pokok ini pun masih tetap dan belum terjadi kenaikan.

“Barang yang kami jual ini adalah barang stok lama. Kalau stok baru sampai saat ini belum masuk karena kapal belum jalan. Kendaraan yang mengangkut barang dagangan kami saat ini masih berlabuh di Pelabuhan Bolok Kupang karena kapal fery belum jalan,” kata Lenny.

Beras mawar dijual dengan harga Rp 275.000 per sak ukuran 40 kg, beras jambu dijual dengan harga Rp 175.000 per sak ukuran 20 kg, gula pasir dijual dengan harga Rp 540.000 per karung ukuran 50 kg dan tepung terigu dijual Rp 140.000 per sak ukuran 25 kg. (fj)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar