Selasa, 25 Januari 2011
Sisa Pekerjaan Hot Mix Ruas Jalan Pantai Baru – Papela Segera Dikerjakan
BA’A, WARTA SELATAN – Sisa pekerjaan hot mix ruas jalan Pantai Baru – Papela sekitar 2,5 kilo meter, segera dikerjakan dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Demikian disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT asal daerah pemilihan NTT 1 (Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Rote Ndao), Nixon PYA Messakh, SH kepada wartawan di Ba’a, Selasa (25/1) pagi.
Dikatakan Nixon Messakh, pemerintah provinsi NTT dalam APBD tahun anggaran (TA) 2011 telah mengakomodir penyelesaian tahap akhir pekerjaan hot mix ruas Pantai Baru – Papela yang belum dikerjakan sepanjang lebih kurang 2,5 kilo meter tersebut.
Selain itu, DPRD NTT juga sementara mengupayakan alokasi dana pemeliharaan ruas jalan Pantai Baru – Papela tersebut. Sebab sesuai hasil pengamatan langsung di lapangan, pihaknya menemukan beberapa bagian pada ruas jalan, terutama sekitar Pantai Baru sampai dengan perbatasan Rote Timur yang sudah mulai rusak hot mix-nya.
Dikatakan, kerusakan yang terjadi berupa hot mix yang menggelembung dan lambat laun dilewati kendaraan yang bertonase besar akan sepecah meninggalkan lubang. Hal ini diakibatkan belum adanya drainase pada ruas tersebut yang memadai, sehingga air hujan cenderung menggenangi di badan jalan. Dan, saat panas hot mix menggelembung karena air yang sudah meresap sampai ke lapisan bawah badan jalan.
“Jadi selain mengalokasikan penyelesaian pekerjaan hot mix yang tersisa pada tahun 2011 ini, DPRD NTT juga akan mengupayakan alokasi dana pemeliharaan dan pekerjaan drainase, sehingga ruas jalan yang baru dikerjakan 2-3 tahun terakhir ini tidak mudah rusak serta bisa berumur panjang,” ujar Nixon.
Pertimbangangan dialokasikan dana pemeliharaan, kata anggota dewan asal Partai Golkar ini, sebab kemampuan keuangan pemerintah provinsi NTT hanya bisa mengalokasikan pembangunan jalan bagi setiap kabupaten hanya 2-3 kilo meter. Kalau panjang ruas 100 kilo meter maka kalau dihitung secara kasar akan dikerjakan selama 10 tahun, sehingga belum selesai seluruhnya tentu sudah mengalami kerusakan pada pekerjaan yang dikerjakan terlebih dahulu.
“Jadi kami rasa perlu untuk dialokasikan dan pemeliharaan, supaya jangan terjadi yang kita bangun belum selesai tetapi pada bagian lain sudah rusak....khan sayang! Tetapi kalau ada drainase yang memadai dan didukung dengan dan pemeliharaan maka tentunya jalan tersebut akan mencapai umur pakai yang direncanakan,” kata Nixon. (fj)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar