Laman

Rabu, 19 Januari 2011

Merugi, Manajemen Baru PDAM Periksa Laporan Lengkap Pengeluaran dan Penerimaan



BA’A, WARTA SELATAN – Kerugian yang dialami Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Rote Ndao yang mencapai Rp. 1 miliar sesuai hasil audit yang dilakukan oleh auditor independen, seperti dikatakan Bupati Rote Ndao, Drs Leonard Haning pada serah terima jabatan Dirut PDAM Rote Ndao Jumat (17/12/2010) lalu, saat ini manajemen baru PDAM Rote Ndao masih sementara lakukan pemeriksaan laporan lengkap pengeluaran dan penerimaan untuk diteliti penyebabnya.

Plt Direktur PDAM Rote Ndao, Pius Mali, S.Ip yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/1) siang, mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti, apakah penyebab kerugian yang dialami PDAM Rote Ndao tersebut penyebabnya banyaknya pengeluaran untuk investasi yang tidak sebanding dengan pendapatan, kesalahan pelaporan ataukah ada dugaan penyimpangan.

Pius Mali yang merupakan salah seorang auditor senior di Pemkab Rote Ndao menjelaskan, laporan hasil pemeriksaan (LHP) auditor BPKP hingga kini belum diterima pihak PDAM, sehingga seperti apa kerugian dan apa penyebab terjadinya kerugian belum diketahui secara detail.

Namun langkah yang sementara dilakukan dalam rangka tugas pembenahan selaku Plt Direktur PDAM Rote Ndao, kata Pius Mali, dirinya telah meminta staf bagian keuangan di PDAM melaporkan secara rinci semua jenis pengeluaran dan penerimaan di PDAM Rote Ndao. Hal ini dilakukan untuk mendapat informasi kemungkinan dimana letak penyebab terjadinya kerugian tersebut, sehingga dapat dilihat selisihnya pengeluaran dan pemasukan serta kemungkinan adanya kerugian yang ditimbulkan dari faktor lain.

“Saat ini laporan hasil pemeriksaan auditor BPKP belum kami terima, sehingga kami belum tahu secara pasti dimana penyebab terjadinya kerugian. Untuk sementara, perkiraan kami soal kerugian tersebut terjadi akibat pengeluaran yang tidak seimbang dengan penerimaan. Pengeluaran banyak termasuk untuk investasi sementara pendapatan sedikit saja,” ujar dia.

Mengenai penyerahan aset dan penyertaan dana pemerintah Rote Ndao kepada PDAM, Pius Mali katakan, kalau aset yang diserahkan tentu PDAM Rote Ndao tidak mengeluarkan biaya lagi untuk investsi perpipaan kecuali untuk pemasangan ke rumah-rumah pelanggan. Namun untuk itu, dirinya harus berbicara berdasarkan data. Oleh sebab itu masih dalam pengumpulan data seluruh pengeluaran dan pemasukan yang sementara dilaksanakan oleh staf bagian keuangan di perusahaan daerah tersebut.

Ditambahkan, selain itu dalam melakukan pembenahan di PDAM Rote Ndao, Pius Mali mengaku menggelar rapat dengan para kepala bidang dan kelapa sub bidang di lingkup PDAM Rote Ndao. Hal ini dilakukan untuk mendapat masukan dari staf mengenai upaya mencari jalan keluar pemecahan persoalan di PDAM Rote Ndao termasuk menyangkut gaji karyawan yang belum dibayar.

“Kalau pengeluaran menyangkut investasi tentu akan dilihat dimana investasi dilakukan PDAM. Semua data yang ada terkait upaya pembenahan di PDAM Rote Ndao termasuk menyangkut gaji karyawan yang belum dibayar nanti akan saya laporkan ke pak Bupati Rote Ndao untuk mendapat petunjuk dari pak bupati,” kata Mali.

Untuk diketahui, perihal adanya kerugian di PDAM Rote Ndao dikatakan Bupati Rote Ndao, Drs Leonard Haning saat serah terima jabatan Dirut PDAM Rote Ndao dari pejabat lama, Rony Ratukoreh, SM, SE kepada Plt Dirut PDAM Rote Ndao, Pius Mali, S.IP, Jumat (17/12/2010) lalu.

Saat itu, Bupati Haning mengatakan, sejak berdiri tahun 2006 hingga tahun 2009, PDAM Rote Ndao telah mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 4 miliar dan setelah diaudit oleh auditor independent, PDAM Rote Ndao mengalami kerugian sebesar Rp. 1 miliar. (fj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar